Jakarta- Angka 59.647 jiwa yang mengungsi di tujuh kabupaten NTT menjadi beban berat yang harus ditanggung bersama. Memasuki hari keempat pascagempa, Polri terus mengalirkan bantuan logistik dan dukungan finansial untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan bahwa hingga 18 Agustus, Mabes Polri telah mengirim 19,6 ton logistik, termasuk makanan siap saji, selimut, tenda, Wontech, dan obat-obatan. Selain itu, dukungan uang tunai mencapai Rp2,89 miliar dari Polda jajaran, Bhayangkari, dan masyarakat. "Sejak awal bencana hingga memasuki hari keempat, Polri tetap konsisten hadir dan bergerak," ujar Trunoyudo.
BNPB mencatat 71 orang meninggal dunia, dengan jumlah pengungsi terbesar di Kabupaten Manggarai. Stamaops Polri mencatat 1.474 personel dikerahkan, termasuk personel Korbrimob yang membantu evakuasi di Desa Damer dan memasang Starlink di Posko Barangkolong. Di posko yang sama, 5 personel Korbrimob melakukan pendataan dan penyaluran bantuan untuk batita, balita, dan masyarakat terdampak. Bantuan logistik dari Mabes Polri dikirim melalui penerbangan reguler Bandara Soekarno-Hatta dan Pondok Cabe, dengan total 13.963 kg dan 5.625 kg masing-masing.
Rincian bantuan logistik meliputi makanan siap saji/MTP, selimut, tenda, Wontech, obat-obatan, perlengkapan K-9, dan perlengkapan pendukung lainnya. BNPB menyebut pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, air minum, tempat tinggal sementara, matras, selimut, layanan kesehatan, dan sanitasi masih menjadi fokus utama. Polri terus berkoordinasi dengan BNPB, TNI, Basarnas, dan pemerintah daerah untuk memastikan penanganan terpadu.
Polri menegaskan bahwa bantuan akan terus mengalir sesuai kebutuhan lapangan. "Selama masyarakat masih membutuhkan bantuan, personel Polri akan terus berada di lapangan dan dukungan logistik akan terus kami dorong sesuai kebutuhan," tegas Trunoyudo. Dengan logistik yang terus bergerak dan personel yang sigap, Polri memastikan para pengungsi NTT tidak menghadapi bencana sendirian.(Avs)
0 comments:
Posting Komentar