Nganjuk– Seorang warga Desa Mancon mulai menguras lumpur dan membersihkan dinding kolam yang sudah lama tak tersentuh, sebagai tanda bahwa usahanya di bidang perikanan akan dihidupkan kembali. Ia sempat berhenti total saat permintaan lele konsumsi merosot beberapa tahun lalu, tetapi kini ia melihat indikator baru berupa kebutuhan dari dapur SPPG yang mulai beroperasi di sekitarnya. Tanpa banyak gembar-gembor, ia memilih untuk memulai lagi dengan modal sisa dan keyakinan yang diperbarui.
Kehadiran dapur SPPG memang menjadi angin segar karena mereka membutuhkan pasokan protein hewani yang stabil setiap harinya. Pemilik kolam sadar bahwa ini adalah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan begitu saja, meskipun ia harus memulai dari kapasitas yang masih terbatas. Ia pun merancang jadwal pemeliharaan yang lebih ketat agar kolamnya bisa panen tepat waktu.
Di sisi lain, Aiptu Wawan Sriwanto selaku Bhabinkamtibmas Desa Mancon terus memberikan dorongan agar usaha ini dikelola dengan serius dan tidak setengah hati. Ia mengingatkan pemilik kolam untuk mempertimbangkan aspek pakan, kualitas air, serta penanganan penyakit ikan agar hasilnya optimal. Tak hanya itu, ia juga menyarankan agar warga tersebut mulai menjalin komunikasi dengan calon pembeli sebelum panen tiba.
Lebih lanjut, Aiptu Wawan menekankan bahwa kolam yang kembali aktif ini bisa menjadi penggerak bagi warga lain yang masih ragu untuk memulai usaha serupa. Menurutnya, kerja sama antarwarga dalam satu bidang usaha akan menciptakan ekosistem yang lebih kuat dan saling menguntungkan. Ia pun optimistis bahwa dalam beberapa bulan ke depan, akan ada lebih banyak kolam yang bermunculan di Desa Mancon.
Pemilik kolam menanggapi semua masukan itu dengan antusias dan berjanji akan mencoba menerapkan saran-saran yang diberikan. Ia mengaku bahwa dukungan moral dari aparat desa sangat berarti bagi pemulihan kepercayaan dirinya. Sekarang, ia hanya fokus menyiapkan segala kebutuhan teknis agar bibit lele yang akan ditebar nanti bisa tumbuh sehat dan cepat panen.
Arahan dari Kapolres Nganjuk agar Bhabinkamtibmas menjadi penggerak masyarakat pun terwujud dalam pendekatan yang dilakukan Aiptu Wawan kepada warganya. Satu kolam di Desa Mancon mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya bisa merambat ke banyak aspek kehidupan sosial dan ekonomi. Dengan kolaborasi yang terus dipupuk, ketahanan pangan di Nganjuk bukan lagi wacana, tetapi aksi nyata yang mulai berakar dari pekarangan warga. (Avs)

0 comments:
Posting Komentar