Makassar- Polri telah menjalin 79 nota kesepahaman dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia hingga saat ini. Sebanyak 41 perguruan tinggi telah meresmikan dan mengoperasionalkan Pusat Studi Kepolisian. Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menyampaikan hal ini dalam peresmian Pusat Studi Unhas di Makassar, Rabu (9/9/2026).
Wakapolri berharap jejaring pusat studi terus berkembang menjadi ekosistem keilmuan yang terbuka dan produktif. Setiap perguruan tinggi memiliki kekuatan dan keunggulan masing-masing. Kolaborasi harus sesuai dengan karakter dan kompetensi setiap kampus agar semakin kaya dan bermanfaat.
Polri juga telah mengembangkan 16 Pusat Studi Kepolisian internal dengan fokus keilmuan beragam. Mulai dari Polmas, antikorupsi, terorisme, siber, hingga intelijen kepolisian. Jejaring internal dan eksternal ini saling menguatkan dalam pengembangan ilmu kepolisian.
Rektor Unhas menyatakan kesiapan menjadi ruang kolaborasi bagi Polri dan berbagai pihak. Unhas terbuka mengembangkan ilmu pengetahuan yang memberikan kontribusi bagi bangsa. Persoalan masyarakat harus menjadi fokus utama dalam setiap kegiatan akademik.
UMI melalui Wakil Rektor II menegaskan komitmen mengembangkan kajian kepolisian modern. Kekuatan keilmuan yang beragam siap dikolaborasikan bersama Polri. Pusat studi tidak hanya menjadi ruang diskusi tetapi juga menghasilkan inovasi dan rekomendasi.
Wakapolri menekankan bahwa ukuran keberhasilan bukan sekadar jumlah kerja sama. Yang lebih penting adalah seberapa besar pengetahuan dan penelitian memberikan manfaat. Kolaborasi ini harus menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat dan kepolisian. (Avs)
.jpeg)
0 comments:
Posting Komentar