Sabtu, 08 Agustus 2026

Nasi Bungkus dan Dialog Hangat: Resep Jitu Polres Ngawi Merajut Sinergi Kamtibmas


Ngawi- Jumat (7/8) siang di Alun-Alun Ngawi, aroma nasi bungkus bercampur dengan semangat kebersamaan saat Polres Ngawi melalui Satbinmas menggelar Warung Kompas Presisi yang menjadi ajang perajutan sinergi antara polisi dan masyarakat. Dipimpin Kasat Binmas AKP Agus Purwanto, kegiatan yang berlangsung pukul 12.30-13.30 WIB ini mengusung filosofi sederhana bahwa perut kenyang dan hati senang adalah kunci terbukanya komunikasi yang jujur dan konstruktif. Di atas tikar sederhana, para personel duduk melingkar bersama warga, berbincang tentang segala hal sambil menikmati hidangan yang disediakan, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang sulit ditemukan dalam ruang-ruang pertemuan resmi. Dari momen inilah, benang-benang kepercayaan mulai dirajut, satu per satu, dengan kesabaran dan ketulusan.


Warga yang hadir tampak menikmati suasana yang cair dan penuh keakraban, tidak sedikit dari mereka yang berlama-lama hanya untuk mengobrol dan bertukar cerita dengan para personel. Seorang pemuda menyampaikan aspirasinya tentang minimnya patroli di malam hari di wilayah perumahannya, sementara seorang pedagang kecil mengeluhkan tentang pungutan liar yang mulai meresahkan. AKP Agus Purwanto dengan sigap mencatat semua masukan, memberikan nomor kontak yang bisa dihubungi, serta menjanjikan tindak lanjut dari setiap masalah yang diadukan. Di sisi lain, personel juga memanfaatkan momen untuk mengedukasi warga tentang pentingnya menjaga kerukunan antar tetangga dan menghindari penyebaran hoaks yang bisa memecah belah persatuan.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama mengungkapkan bahwa Warung Kompas Presisi adalah bentuk implementasi dari konsep pemolisian yang humanis, di mana pelayanan tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga pada pembangunan relasi sosial yang kuat. Ia menekankan bahwa informasi tentang kamtibmas yang didapatkan dari masyarakat melalui dialog langsung jauh lebih berharga daripada data yang diperoleh dari laporan tertulis, karena di dalamnya terkandung emosi dan konteks yang utuh. Program ini juga menjadi sarana bagi polisi untuk mendekatkan diri ke berbagai segmen masyarakat, termasuk kelompok yang selama ini mungkin merasa terpinggirkan atau enggan berinteraksi dengan aparat. Dengan konsistensi dan kesabaran, ia yakin benang-benang sinergi ini akan semakin kuat dan menjadi jaring pengaman sosial yang efektif.


Di akhir kegiatan, AKBP Prayoga menyampaikan pesan haru bahwa keberhasilan pembangunan kamtibmas tidak bisa diukur hanya dari angka kriminalitas yang menurun, tetapi juga dari seberapa erat hubungan antara polisi dan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak seluruh warga Ngawi untuk menjadikan Warung Kompas Presisi sebagai ruang rutin untuk bertukar pikiran, menyampaikan kegelisahan, dan merayakan keberhasilan bersama dalam menjaga kedamaian. Dengan semangat gotong royong yang terus dipupuk, ia optimis bahwa Kabupaten Ngawi akan menjadi daerah yang tidak hanya aman, tetapi juga penuh dengan rasa saling percaya dan kebersamaan yang tulus. (Avs)

0 comments:

Posting Komentar