Minggu, 23 Agustus 2026

Wakapolri dan KSAD Tinjau Kesiapan Karhutla di Palangka Raya, Sinergi TNI-Polri Dikokohkan


Palangka Raya- Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan yang kian meluas di Kalimantan, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo bersama Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meninjau langsung kesiapan pasukan di Palangka Raya, Sabtu (22/8/2026). Kehadiran dua pimpinan tinggi TNI-Polri ini merupakan bagian dari direktif Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan penanganan karhutla di empat provinsi Kalimantan berjalan cepat, terpadu, dan serentak. Dengan sinergi yang erat antara kedua institusi, diharapkan respons terhadap titik api dapat dilakukan lebih efektif dan efisien, melindungi masyarakat serta ekosistem dari dampak buruk asap dan kebakaran.


Wakapolri menegaskan bahwa Polri telah melakukan berbagai upaya sejak awal musim kemarau, mulai dari deteksi dini, patroli rutin, pemadaman, hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Polri telah memantau 31.392 hotspot dan melaksanakan 2.748 tindakan pemadaman. Khusus di Kalimantan Tengah, tercatat 17.513 hotspot dan 1.610 firespot dengan luas lahan terbakar mencapai 4.383,21 hektare, yang memerlukan kesiapsiagaan ekstra dari 7.775 personel gabungan yang telah disiagakan.


Selain kekuatan personel, Polri juga terus memperkuat pemanfaatan teknologi seperti drone pemantau dan inovasi Beehive Drone Precision Fire Interception untuk mendeteksi anomali panas sejak dini. Dengan dukungan 1.227 embung, 4.910 titik sumur bor, 379 menara pantau, serta 99 pos lapangan, Wakapolri optimis bahwa sinergi TNI-Polri bersama BNPB, BMKG, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan mampu mempercepat pemadaman dan mencegah kebakaran meluas. "Kita hadir sedini mungkin. Setiap potensi api harus segera kita deteksi, verifikasi, dan tangani bersama," tegasnya, menegaskan komitmen Polri untuk melindungi masyarakat dan lingkungan dari bencana karhutla. (Avs)

0 comments:

Posting Komentar