Jakarta- Hari keenam pascagempa NTT menjadi saksi transformasi cara Polri menjalankan misi kemanusiaan, memadukan kekuatan tradisional dengan teknologi modern. Bukan hanya mengirimkan personel dan logistik, Polri juga membawa solusi masa depan seperti Starlink ke Posko Barangkolong untuk memastikan akses komunikasi tetap terbuka. Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa langkah ini diambil karena dalam situasi darurat, informasi adalah nyawa, dan konektivitas menjadi jembatan bagi pengungsi untuk mendapatkan bantuan psikologis serta koordinasi yang efektif.
Gerak cepat Polri terlihat dari berbagai lini: di Desa Damer, personel Brimob bersama Basarnas bahu-membahu mengevakuasi korban dengan penuh kehati-hatian, sementara di sektor logistik, pesawat CN-295 dan helikopter Bell 429 menjadi andalan untuk menjangkau wilayah terpencil seperti Reo, Manggarai. Muatan helikopter yang membawa mi instan, kopi, ember, dan deterjen menunjukkan bahwa Polri memahami kebutuhan sehari-hari yang sering terlupakan, namun sangat vital bagi martabat pengungsi di pengungsian.
Total 236 personel yang dikerahkan, dipadukan dengan 249,2 ton logistik yang terus bertambah, menjadikan Polri sebagai salah satu pilar utama penanganan bencana di NTT. Dengan semangat kolaborasi yang kuat bersama BNPB, BPBD, TNI, dan elemen masyarakat, Polri memastikan bahwa bantuan tidak hanya datang, tetapi juga dikelola secara adil dan merata. Melalui pendekatan humanis, teknologis, dan sinergis, Polri membuktikan bahwa konsistensi mereka di hari keenam ini adalah fondasi bagi pemulihan NTT yang lebih cepat dan lebih baik ke depannya. (Avs)
0 comments:
Posting Komentar