Jakarta- Memiliki deretan sertifikat juara tingkat internasional atau Sertifikat Pramuka Garuda adalah kebanggaan tersendiri, namun di mata Polri, prestasi tersebut belum cukup untuk langsung mengenakan seragam cokelat. Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa semua calon anggota Polri, tanpa kecuali, harus mengikuti seluruh proses seleksi yang diatur dalam Perkap Nomor 2 Tahun 2026. Dokumen prestasi hanya menjadi pelengkap administratif yang memperkaya profil peserta, bukan tiket masuk jalur cepat ke institusi Bhayangkara.
Isir mengingatkan bahwa setiap tahapan seleksi dirancang untuk menguji aspek-aspek krusial yang tidak bisa diwakili oleh piagam penghargaan. Tes fisik mengukur daya tahan tubuh, tes psikologi menilai stabilitas mental, dan wawancara menggali integritas serta komitmen calon anggota terhadap nilai-nilai kepolisian. Semua ini tidak dapat disederhanakan menjadi sekadar lembar sertifikat, betapa pun menterengnya nama kompetisi yang pernah diraih.
Polri berkomitmen penuh pada prinsip BETAH, yang menjamin proses rekrutmen berlangsung bersih dari praktik curang, transparan bagi publik, akuntabel dalam setiap keputusan, dan humanis dalam memperlakukan peserta. Dukungan pengawasan dari Kompolnas, IDI, perhimpunan psikologi, Dukcapil, Kementerian Pendidikan, dan LSM memastikan bahwa tidak ada celah bagi praktik nepotisme atau diskriminasi. Semua peserta diperlakukan setara dan dinilai berdasarkan capaian nyata selama seleksi, bukan dari nama besar atau koneksi tertentu.
Untuk itu, Polri mengimbau generasi muda berprestasi agar tidak cepat puas hanya dengan mengandalkan piagam yang dimiliki. Raihlah mimpi menjadi anggota Polri dengan persiapan maksimal menghadapi semua ujian, karena hanya mereka yang lulus dengan nilai terbaik di setiap tahapan yang akan mendapatkan kehormatan mengabdi kepada negara. Prestasi adalah pelengkap, tetapi kerja keras, disiplin, dan ketekunan dalam mengikuti seleksi adalah kunci utama menuju gerbang kesuksesan di korps Bhayangkara.(Avs)
0 comments:
Posting Komentar