Sukomoro- Di balik panas terik matahari dan tanah yang mulai retak, Aipda David F. S., Bhabinkamtibmas Kelurahan Kapas, tetap hadir mendampingi warga binaannya di lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B). Selasa pagi ia gunakan untuk memantau kondisi tanaman dan berdialog dengan petani tentang berbagai kendala yang mereka hadapi di musim kemarau tahun ini. Kehadirannya menjadi penyemangat sekaligus sumber informasi bagi warga yang tengah berjuang mempertahankan produktivitas lahan di tengah cuaca ekstrem.
Aipda David mencatat dua masalah utama yang dihadapi petani: ketersediaan air yang semakin terbatas dan serangan organisme pengganggu tanaman yang mengancam hasil panen. Ulat bawang, thrips, dan penyakit layu fusarium menjadi momok yang harus segera diantisipasi. Ia memberikan tips praktis kepada warga, seperti penggunaan mulsa organik untuk menjaga kelembapan tanah, penjadwalan penyiraman yang efisien, serta rotasi tanaman untuk memutus siklus hama dan penyakit.
Ia juga mengingatkan agar warga tidak panik dalam menghadapi serangan hama, tetapi melakukan pengendalian secara terukur dan proporsional. Penggunaan pestisida kimiawi harus menjadi pilihan terakhir, setelah metode alami seperti pemanfaatan predator alami atau pestisida nabati tidak membuahkan hasil. Kebersihan lahan dan pemantauan rutin juga menjadi langkah preventif yang sangat efektif untuk mencegah penyebaran hama dan penyakit.
Aipda David menutup kegiatan dengan pesan optimisme kepada warga. Ia menekankan bahwa meskipun tantangan berat, dengan perawatan rutin, pengelolaan air yang bijak, dan semangat gotong royong, lahan P2B tetap bisa produktif dan memberikan manfaat bagi keluarga. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai mitra masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional.(Avs)
.jpeg)
0 comments:
Posting Komentar