Minggu, 23 Agustus 2026

Polres Nganjuk dan SMAN 1 Bersinergi: Membangun Generasi Melek AI yang Siap Menghadapi Disrupsi Digital


Nganjuk- Kerja sama antara aparat kepolisian dan dunia pendidikan kembali terwujud dalam bentuk yang konstruktif ketika Tim Trainer ToT Paham AI dari Polres Nganjuk memenuhi undangan SMAN 1 Nganjuk untuk berbagi pengetahuan tentang kecerdasan buatan pada Senin pagi yang penuh semangat. Kegiatan yang melibatkan seluruh siswa dan guru ini bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk membangun kesadaran bahwa teknologi adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan, dan generasi muda harus dipersiapkan untuk menjadi penguasa, bukan budak, dari inovasi yang berkembang pesat. Tim Trainer datang dengan pendekatan yang komunikatif dan apresiatif, menghargai rasa ingin tahu para siswa sambil memberikan panduan tentang cara menggunakan AI secara aman dan bertanggung jawab.


Dalam sesi yang interaktif, para peserta diajak mengeksplorasi berbagai aplikasi AI yang dapat membantu mereka dalam belajar, seperti riset otomatis, penerjemahan, dan bahkan pembuatan konten kreatif, tetapi selalu dengan catatan bahwa teknologi adalah pelengkap, bukan pengganti. Para guru yang hadir merasa sangat terbantu karena mereka kini memiliki bekal untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan siswa tentang AI yang selama ini sering muncul di kelas, dan mereka dapat mengarahkan diskusi ke arah yang lebih produktif. Tim Trainer juga menyoroti bahwa kemampuan membuat prompt yang baik adalah investasi jangka panjang yang akan sangat berguna di dunia kerja kelak, di mana kolaborasi manusia dan mesin akan menjadi norma baru.


Antusiasme siswa terlihat dari pertanyaan-pertanyaan kritis yang diajukan, mulai dari cara mendeteksi informasi palsu yang dihasilkan AI hingga bagaimana melindungi data pribadi saat menggunakan platform berbasis kecerdasan buatan. Tim Trainer menjawab dengan lugas dan memberikan tips praktis yang dapat langsung diterapkan dalam keseharian, seperti selalu memeriksa sumber dan tidak mengandalkan satu alat AI saja untuk pengambilan keputusan penting. Mereka juga mengingatkan bahwa meskipun AI sangat canggih, ia tidak memiliki hati nurani dan tidak dapat menggantikan empati, intuisi, dan penilaian moral yang hanya dimiliki oleh manusia.


Kunjungan ini menjadi contoh sempurna bagaimana Polres Nganjuk memperluas perannya dari penjaga keamanan menjadi mitra pembangunan sumber daya manusia, sejalan dengan semangat kepolisian yang modern dan humanis. SMAN 1 Nganjuk pun menyambut baik inisiatif ini dan berencana untuk menjadikan literasi AI sebagai bagian dari program pengembangan diri siswa secara berkelanjutan. Dengan sinergi yang terus dijalin, diharapkan generasi muda Nganjuk tidak hanya mampu mengikuti arus perkembangan teknologi, tetapi juga menjadi penentu arah kemajuan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan kearifan lokal dalam pemanfaatan kecerdasan buatan di masa depan.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar