Nganjuk- Suasana ruang kelas di SMAN 1 Nganjuk berubah menjadi laboratorium ide kreatif saat kegiatan edukasi "Paham AI" memasuki hari kedua dengan fokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan untuk hal-hal produktif. Para siswa terlihat semakin akrab dengan berbagai aplikasi AI, bahkan beberapa di antaranya sudah mulai merancang proyek sederhana menggunakan teknologi tersebut.
Tim edukasi menyampaikan bahwa di tengah banjir informasi digital, generasi muda harus mampu memilah dan memanfaatkan AI sebagai alat bantu yang mempercepat pekerjaan, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir manusia. Teknologi ini seharusnya menjadi mitra yang memperluas wawasan dan mendorong inovasi, bukan membuat manusia menjadi malas atau bergantung sepenuhnya.
Menurut mereka, perkembangan AI akan mengubah lanskap pekerjaan di masa depan, sehingga pelajar yang mampu beradaptasi dan menguasai teknologi ini akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan. Namun, semua itu harus diimbangi dengan pemahaman etis yang kuat agar penggunaan AI tidak melanggar norma dan aturan yang berlaku.
Sejumlah siswa mengaku bahwa mereka awalnya skeptis dengan AI karena menganggapnya rumit dan hanya untuk kalangan tertentu. Namun, setelah dua hari mengikuti edukasi, mereka menyadari bahwa AI sebenarnya mudah diakses dan dapat memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Tim pemateri juga menekankan pentingnya memahami sisi hukum dari penggunaan AI, terutama terkait hak cipta, privasi, dan tanggung jawab atas konten yang dihasilkan. Para siswa diajak untuk menjadi pengguna yang cerdas dan bijak, tidak tergiur menggunakan AI untuk hal-hal yang melanggar etika atau merugikan orang lain.
Pesan penutup yang menggema di ruang kelas adalah ajakan untuk menggunakan AI sebagai sarana menyebarkan kebaikan, seperti membuat konten edukasi tentang kamtibmas, bahaya narkoba, dan keselamatan berlalu lintas. Dengan semangat ini, siswa-siswi SMAN 1 Nganjuk diharapkan menjadi generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga berkarakter dan berintegritas. (Avs)

0 comments:
Posting Komentar