Nganjuk- Senyum antusias dan tatapan penasaran terpancar dari wajah para pelajar SMK Negeri 2 Nganjuk ketika Tim Edukasi Literasi Kecerdasan Buatan (AI) hadir di sekolah mereka pada Jumat (14/8/2026). Bertempat di Jl. Lawu, Kramat, kegiatan edukasi literasi AI ini berhasil menarik perhatian para pelajar dengan materi yang disampaikan secara menarik dan mudah dipahami. Salah seorang peserta mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena Tim Trainer menjelaskan dengan baik dan bahasa yang digunakan mudah dicerna, membuat topik yang terasa rumit menjadi lebih dekat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka.
Tim Trainer tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga memberikan contoh-contoh konkret tentang bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk hal-hal positif seperti belajar, mencari ide kreatif, mengembangkan keterampilan, hingga menghasilkan karya produktif. Para pelajar diajak untuk melihat AI sebagai alat yang dapat membantu mereka mengeksplorasi potensi diri dan menciptakan inovasi, bukan sebagai sesuatu yang menakutkan atau rumit. Pendekatan yang interaktif dan komunikatif ini membuat para pelajar merasa terlibat dan termotivasi untuk mempelajari lebih dalam tentang teknologi kecerdasan buatan.
Selain manfaat positif, Tim Trainer juga mengingatkan para pelajar tentang potensi penyalahgunaan AI yang dapat merugikan orang lain, seperti mengedit foto atau video menjadi konten negatif, serta pentingnya berhati-hati dalam mengunggah konten pribadi di media sosial. Para pelajar tampak serius menyimak dan aktif bertanya tentang berbagai aspek keamanan digital yang perlu mereka perhatikan. Antusiasme yang tinggi ini menunjukkan bahwa generasi muda menyadari pentingnya literasi AI dan siap untuk menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan bertanggung jawab.
Melalui respon positif dari para pelajar, kegiatan edukasi literasi AI di SMK Negeri 2 Nganjuk diharapkan dapat menjadi awal dari gerakan literasi digital yang lebih luas di kalangan generasi muda. Para pelajar diharapkan semakin cerdas, kritis, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi, serta mampu menjadikan AI sebagai sarana untuk belajar dan berkarya, bukan untuk merugikan orang lain. Tim Trainer berpesan agar generasi muda terus mengikuti perkembangan teknologi AI dengan tetap mengedepankan etika, keamanan, dan tanggung jawab dalam penggunaannya, karena mereka adalah masa depan bangsa yang akan membawa Indonesia menuju kejayaan di era digital.(Avs)

0 comments:
Posting Komentar