Labuan Bajo- Perjalanan panjang Martina Nina (76) dan Margareta Mandarin (5) dari reruntuhan Kampung Sambi Dampek ke Rumah Bhabinkamtibmas Desa Golo Bilas adalah kisah tentang ketangguhan dan kepedulian. Setelah dievakuasi menggunakan helikopter BNPB dari Puskesmas Dampek pada Rabu (19/8/2026), kedua korban dengan luka patah tulang ini mendapat kejutan hangat dari jajaran Polsek Komodo pada Kamis (20/8/2026). Kapolsek Ipda Adhar bersama Psikolog Ipda Putri Agustina dari Polda Jawa Tengah datang tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga misi mulia untuk memulihkan jiwa yang terluka akibat gempa dahsyat yang merenggut rasa aman mereka.
Sesi konseling yang berlangsung sekitar pukul 15.45 Wita ini menjadi momen krusial bagi nenek dan balita yang sama-sama berjuang melawan rasa sakit fisik dan bayangan ketakutan. Ipda Adhar dengan hangat menyapa keluarga korban, menyampaikan bahwa Polri akan terus berada di sisi mereka selama proses pemulihan. Sementara itu, Ipda Putri menggunakan keahliannya untuk menenangkan Margareta yang masih kecil dengan pendekatan bermain, serta memberikan penguatan mental kepada Martina Nina agar tidak menyerah pada usia dan keterbatasan fisik yang dihadapinya.
Kegiatan yang berakhir pukul 16.15 Wita ini meninggalkan bekas mendalam bagi para korban dan keluarganya, yang merasa diperlakukan sebagai manusia utuh, bukan sekadar nomor kasus bencana. Polri melalui langkah ini membuktikan bahwa penanganan bencana tidak boleh setengah-setengah; harus ada keseimbangan antara kebutuhan fisik dan emosional. Dengan trauma healing dan konseling yang berkelanjutan, Polri berharap Martina dan Margareta dapat bangkit dengan semangat baru, menjadi simbol bahwa dari puing-puing bencana, selalu ada tangan-tangan yang siap mengulurkan bantuan dan hati yang siap mendengar. (Avs)
0 comments:
Posting Komentar