Nganjuk- Kualitas daging ayam yang dikonsumsi masyarakat dimulai dari cara pemeliharaan di kandang, itulah pesan utama yang disampaikan Bripka Dian S. saat melakukan pemantauan Pekarangan Pangan Bergizi di Desa Kudu pada Jumat (7/8/2026). Bhabinkamtibmas ini tidak hanya mengecek jumlah ayam dan ukuran kandang, tetapi memberikan perhatian serius pada aspek kesehatan ternak, kebersihan lingkungan, serta keamanan pakan yang diberikan, karena semua faktor tersebut akan menentukan kualitas akhir produk daging yang sampai ke meja makan konsumen.
Dalam dialognya dengan peternak rumahan, Bripka Dian S. mengedukasi tentang pentingnya jadwal vaksinasi yang teratur, penggunaan pakan yang bebas dari zat berbahaya, serta pengelolaan limbah kandang yang ramah lingkungan agar tidak mencemari pemukiman sekitarnya. Para peternak tampak menerima masukan dengan baik dan bertekad untuk menerapkan standar kebersihan yang lebih tinggi, menyadari bahwa reputasi produk mereka di pasar sangat bergantung pada komitmen menjaga kesehatan ayam sejak masa pemeliharaan.
AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa keamanan pangan adalah isu yang tidak bisa ditawar, dan Polri melalui Bhabinkamtibmas memiliki peran penting dalam mengawal proses produksi pangan dari hulu hingga hilir. Dengan pendampingan yang fokus pada aspek kesehatan dan keamanan ternak, masyarakat dapat menikmati daging ayam yang berkualitas dan terbebas dari risiko penyakit yang membahayakan.
Kompol Joni Suprapto menambahkan bahwa program Pekarangan Pangan Bergizi tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kuantitas produksi, tetapi juga kualitas dan keamanan pangan yang dihasilkan. Melalui pemantauan rutin seperti ini, ia berharap Desa Kudu dapat menjadi percontohan dalam menghasilkan ayam pedaging yang sehat, aman, dan bergizi, sehingga mampu memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat Kertosono dengan standar yang terjamin.(Avs)

0 comments:
Posting Komentar