Manggarai- Di balik duka pascagempa yang melanda Kabupaten Manggarai, ada secercah harapan yang muncul dari kehadiran Korps Brimbor Polri di Posko Pengungsian Barangkolong, Desa Mata Air, Kecamatan Reok. Senin (24/8) sore, tepatnya pukul 17.00 WITA, kendaraan khusus Watergen mulai beroperasi menghasilkan air minum dari udara untuk memenuhi kebutuhan dasar 150 warga yang bertahan di pengungsian.
Sebanyak 10 personel Satgas SAR Korbrimbor yang dipimpin AKP Roy Ronaldo Dansu bekerja selama satu jam empat puluh lima menit untuk memproduksi 200 liter air siap minum yang kemudian dibagikan kepada para pengungsi. Setiap warga menerima jatah 1 hingga 1,5 liter air, cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi mereka selama berada di lokasi pengungsian yang jauh dari akses air bersih.
AKP Roy menjelaskan bahwa penyaluran air minum ini adalah bukti nyata kepedulian personel Brimbor terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di masa darurat. Ia menekankan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar seremoni, tetapi benar-benar untuk memastikan warga mendapatkan air yang higienis dan layak konsumsi di tengah keterbatasan.
Komandan Satgas SAR Korbrimbor Polri BKO Polda NTT Kombes Pol Hasripuddin mengungkapkan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar seperti air minum menjadi salah satu fokus utama personel di wilayah terdampak gempa. Menurutnya, teknologi Watergen yang mengubah udara menjadi air adalah solusi inovatif yang sangat tepat untuk daerah-daerah pengungsian yang sulit dijangkau sumber air.
Kombes Hasripuddin menegaskan bahwa personel Brimbor akan terus bergerak dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bantuan dapat disalurkan secara cepat dan tepat sasaran. Prinsipnya sederhana, selama masyarakat masih membutuhkan, personel akan terus hadir dan memberikan pelayanan terbaik tanpa kenal lelah.
Antusiasme warga terlihat jelas saat mereka mengantre dengan tertib untuk mendapatkan air dari kendaraan Watergen, dengan ekspresi lega dan syukur yang terpancar dari wajah-wajah mereka. Kehadiran Brimbor bersama teknologi canggih ini menjadi simbol bahwa di tengah bencana, inovasi dan kepedulian dapat berjalan beriringan untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang berjuang. (Avs)
.jpeg)
0 comments:
Posting Komentar